Teknik Budidaya Padi Agar Hasil Panen Meningkat

Jual Pupuk Organik dengan Teknologi Nasa yang mampu meningkatkan hasil panen Padi beserta panduan penggunaan yang benar agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Indonesia merupakan Negara yang sangat identik dengan produksi hasil beras adalah sebagai makanan utama bagi masyarakatnya. Oleh karena itu kita sering menjumpai petani di Indonesia di berbagai wilayah nusantara yang fokus pada pengembangan tanaman padi. Bahkan di tahun sebelumnya, pada kampanye politik sering membuat program “swasembada beras”.  Padi atau beras memang sudah sangat melekat dengan ciri khas sebagai makanan pokok bagi Indonesisa walaupun ada beberapa kelompok masyarakat yang memanfaatkan ubi, jagung, atau sagu sebagai makanan pokok. Tetapi beras tetap menjadi mayoritas penduduk Indonesia

Maka dari itu sebagai bahan pangan utama di Indonesia, beras pun sangat dibutuhkan dalam jumlah yang besar dan terus menerus. Alangkah baiknya bila kita sebagai Negara yang mayoritas agraris, mampu menghasilkan pertanian padi/beras sendiri tanpa mengekspor dari Negara lain. Oleh sebab itu PT Natural Nusantara yang berbasis perusahaan agro organik, berusaha memberikan inovasi pedoman Teknik Budidaya Padi yang efisien untuk para petani Indonesia agar bisa mendapatkan hasil panen yang meningkat tanpa menyepelakan kelesetarian lingkungan

Lalu bagaiman teknis budidaya padi dengan teknologi NASA?

Kali ini kami akan memberikan informasi bagaimana cara budidaya padi secara simple dengan visual agar pembaca bisa lebih gampang dalam memahami dan bisa diikuti dengan benar

Pada saat persiapan benih

Jual Pupuk Organik Untuk Padi

  1. Dibutuhkan benih 20-40 kg/ha
  2. Benih padi direndam dalam air selama 6-12 jam dengan larutan POC NASA dengan dosis 2-5 cc/liter
  3. Tiriskan dan peram selama 1-2 malam hingga benih berkecambah

Pembibitan dan Olah Lahan

  1. Siapkan lahan seluas 20-40 m2 untuk setiap 1kg benih

Lahan tersebut diairi dengan berangsur sampai 3-5 cm

cara menanam padi yang benar

Semprot lahan tersbut dengan melihat cara pemakaian berikut ini

  • Poc NASA + Hormonik = 4 : 1 tutup/tangki untuk umur 2 minggu
  • Natural BVR : 1 sdm/tangki untuk umur 2 minggu
  • Pestona : 7 tutup/tangki untuk umur 3 minggu

 

  1. Olah Lahan Tanam :

cara menanam padi yang benar

Lakukan pengolahan lahan sebelum tanam dengan aplikasi SUPERNASA dengan dosis 3-6kg/ha ditambah dengan Dolomit 100-300 kg/ha,  TSP 100-200 kg/ha, serta UREA 50-100 kg/ha

Catatan :

Dolomit dan TSP idealnya kurang lebih 2 minggu sebelum ditanam

SUPERNASA dan UREA sebaiknya digunakan pada 0 HST (menjelang atau saat tanam)

Pindah Tanam dan Jarak Tanam Padi

Lakukan pemindahan tanaman (bibit saat umur 18-25 hari setelah semai yaitu saat bibit sudah memiliki 5-7 daun atau 3-5 anakan

Jarak tanam dapat berupa jarak tanam tegel 25 cm x 25 cm, atau jarak tanam legowo 40 cm x 20 cm x 10 cm, yaitu menghilangkan satu baris setiap menanam dua baris, serta dalam baris dipadatkan

Pemeliharaan Tanaman Padi

Pemupukan 1 umur 15-20 setelah tanam : Urea 100 kg/ha + NPK 100 kg/ha

Pemupukan 2 umur 40-45 setelah tanam : Urea 50 hg/ha + NPK 200 KG/HA + Power Nutrition 3-6 kg/ha

Penyemprotan POC NASA : 4-5 tutup + Hormonik 1-2 tutup per tangki pada umur 15, 30, 45 hari setelah tanam

Saat penyemprotan dapat ditambah dengan PESTONA atau BVR

Teknik Budidaya Padi dengan NASA

Jaga ketinggian air di sawah setinggi kurang lebih 3 cm selama 3-5 hari, untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma

Teknik Budidaya Padi yang benar

Tambah penggenangan air sampai 5 cm selama masa pembungaan dan pengisian bulir. Jika jumlah air terbatas, lakukan penggenangan dan pengeringan bergantian

Secara bertahap, kurangi penggenangan pada usia 2 minggu sebelum panen, sampai lahan bena-benar kering saat panen

Itulah pedoman praktis teknis budidaya padi dengan teknologi NASA, semoga bermanfaat

 

Distributor Crystal X Pemalang © 2016 | Sitemap
Chat Via WhatsApp